"Ini tentang kisah kehilangan,
ketika kau mendapati separuh hatimu kosong dan merapuh.
Atas nama ketidakpercayaan,
kita telah saling mengucapkan selamat tinggal.
Ketika tak ada lagi yang bisa kau percaya, ikuti kata hati.
Begitu seharusnya, bukan?
Dan, hati ini membawaku kembali kepadamu.
Tapi, kau tak lagi berada di tempat kita dahulu.
Apakah kau telah menemukan separuh hati lain—selain hatiku?"
No comment. Bikin galau :'(
Jumat, 31 Agustus 2012
Senin, 27 Agustus 2012
Patah hati = Inspirasi
1. Buat kamu yang sedang patah hati, bertahanlah. Patah hati hanya butuh waktu sampai akhirnya menjadi inspirasi.
2. Kalo patah hati gak berhasil kamu ubah jadi inspirasi, kamu rugi.
3. Inspirasi bisa dalam bentuk apa aja: gambar, kerajinan tangan, puisi, tulisan, bahkan twit sekalipun.
4. Justru kalo kamu disakitin, dia yang rugi. Soalnya justru kamu yang lebih banyak dapet inspirasi. Manfaatkan.
5. Udah bukan umurnya disakitin terus nangis-nangis bersaksikan bantal. Buat karya, bikin yang nyakitin itu menyesal.
Wow. Tweet kak oka (@landakgaul) emang lucu tapi gimana ya, bener gitu. Patah hati itu bisa dialami oleh siapa aja, dimana aja, kapan aja. Bahkan orang yang hidupnya selalu ceria mustahil ga pernah mengalami patah hati. Tapi mereka pintar menutupinya.
Bella sendiri? wah saya kalau patah hati mah ya nangis. Tapi bentar. Nangis itu bikin capek. Mata bengkak. Hidung berair. Ewwwh, ga banget pokoknya.
Apa yang lebih menggenaskan daripada berharap sama seseorang yang sudah membuang kita? *eh ya, bahasaku sadiiiis!* tapi itulah faktanya. Mau tetap mempertahankan? HARGA DIRI!
Miris ngelihat cewek yang ngemis-ngemis ke cowok yang udah ga peduli sama dia. C'mon girl, you're beautiful!
Bersinarlah! Berkaryalah! Buat mereka yang udah nyakitin kamu menyesal! Buat mereka yang udah yang udah ngeremehin kamu takut!
Kalo pengalamanku sendiri sih, aku selalu lebih lebih lebih semangat setelah patah hati. Aku dulu pernah patah hati parah waktu kelas XI. Aduh, masih unyu-unyunya itu *eh
Tapi gara-gara itu aku aku tambah semangat buat sekolah, akhirnya lumayan dimudahkan diterima di Fakultas Farmasi Universitas Jember :')
See? Dimana aku lihat temen-temenku masih bingung, alhamdulillah aku udah nyantai. Temen-temenku ga cocok sama jurusan mereka, aku yakin 100% sama jurusanku ini.
Ah, semua akan indah pada waktunya.
Silakan buat aku patah hati, dan kamu akan lihat aku berprestasi!
Minggu, 26 Agustus 2012
Flashback
Hari ini reuninya papa. Alumni SMPP ’81 yang sekarang
berubah namanya jadi SMA Negeri 2 Lamongan, (re: sekolahku tercinta)
Wow. Teman-temannya papa udah banyak yang jadi ‘orang’. Ada
yang Kapolda Jatim, ada yang kepala puskesmas masyarakat dan lain sebagainya.
Keren! Aku berbisik ke mama, “ma, 10 tahun lagi aku jadi Kepala Instalasi
Farmasi Rumah Sakit.” Hahaha. AMIN!
Gara-gara reuni papa ini, aku jadi pengen flashback ke masa
lalu. Riwayat pendidikanku.
Aku punya 2 SD, 2 SMP dan 1 SMA. Aku kira dulu aku punya 2 SMA juga, ternyata gak jadi :D
SD pertamaku di SDN Tumpeng 1. Di desaaaa banget, soalnya
aku dulu pisah sama mama papa yang tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Aku di SDN Tumpeng 1 ini dari kelas 1-3 SD. Yang aku ingat dari sini, aku gak
pernah keluar dari 5 besar, paling sering rangking 1-2 *kibas poni* *abaikan*.
Itu karena didikan kakek nenekku yang disiplin. Ada satu hal yang lucu, pernah
waktu aku ulangan umum, aku diajak ke Bandung, soal ulangannya dibawa ke
Bandung juga, tapi aku jujur banget, ga nanya siapa-siapa. Belajar seadanya.
Akhirnya rangking turun jadi rangking 4. Tapi tetap bersyukur!
Kelas 4 SD aku migrasi ke Kalimantan Selatan. Sedih berpisah
dengan teman-teman dan kakek nenekku tentunya. Di Kalimantan Selatan aku
tinggal di kota Banjarbaru tepatnya jalan Balitan XII! Dan bersekolah di SDN
Loktabat 7 karena paling dekat dengan rumah. Di SD ini aku memiliki banyak
sahabat, salah satunya Zata Amani (miss her so much!). Banyak hal random di
SD-ku ini tapi cukup untuk dikenang tidak untuk ditulis :p Disini prestasiku
naik-turun karena semuanya berbeda. Butuh penyesuaian lagi hingga pernah
terdepak dari 10 besar! Prestasi membanggakanku disini bisa mendapat peringkat
4 dalam Ujian Nasional satu sekolah.
Beranjak ke SMP. SMPku di luar kota Banjarbaru. Yaitu SMPN 2
Martapura. Kira-kira setengah jam perjalanan dari rumahku. Disini prestasiku
agak lebih cemerlang, masuk dalam kepengurusan inti OSIS tapi tetap memegang
peringkat 1 dalam kelas. Di SMPku ini aku lumayan aktif dalam kegiatan
kepramukaan, segala lomba dan kegiatan eksternal maupun internal pramuka selalu
aku ikuti. Selain itu aku juga pernah mengikuti olimpiade matematika tingkat
kabupaten, lomba senam SKJ, lomba gerak jalan dan lain sebagainya.
Aku bertahan di SMPN 2 Martapura hanya sampai kelas 8 karena
mama dipindah tugaskan ke Lamongan, Jawa Timur. Keputusan yang cukup
mengkhawatirkan. Kelas 9 aku jalani di SMPN 2 Lamongan. Disini aku harus
beradaptasi lagi. Awal pindah ke Lamongan aku agak kaku berbahasa jawa,
sehingga aku sangat payah dalam pelajaran Bahasa Jawa, jangankan untuk menjawab
pertanyaan, kadang aku meminta teman-temanku untuk menerjemahkannya. Kelas 9
ini sangat berat, melelahkan, tapi unforgettable. Entah kenapa aku selalu
beruntung dalam bidang akademis (Alhamdulillah, segala puji bagi Allah)
sehingga aku bisa ikut les tambahan untuk persiapan Ujian Nasional setiap jam 6
pagi bersama siswa-siswa pilihan yang ‘berotak encer’ dari tiap kelas. Beberapa
bulan sebelum Ujian Nasional kegiatanku diisi les khusus jam 6 pagi, sekolah
dari jam 7 sampai jam 2 siang (agak lupa sebenarnya), dilanjutkan les umum
sampai jam 4 sore, setelah itu les lagi di rumah guru SMP (pak Bandu) sampai
jam 5, kemudian ditutup dengan manis dengan les di Primagama dari jam 6 maghrib
hingga jam 8 malam. Wow! Itu semua aku jalani tanpa mengeluh. Tapi perjuangan
itu tak sia-sia, aku berhasil mendapat nilai Ujian Nasional yang lumayan bagus.
Karena dulu sistem penerimaan siswa baru (PSB) menggunakan
syarat nilai Ujian Nasional, aku dapat masuk ke sekolah favorit di kotaku, SMAN
2 Lamongan, dengan lumayan mudah. Disini butuh beradaptasi lagi dengan
teman-teman baru karena hanya sebagian kecil teman-teman SMP-ku yang masuk SMA
ini, dan didominasi oleh teman-teman dari SMPN 1 Lamongan. Masa SMA ada masa
yang paling indah, memang benar. Masa yang paling indah, campur aduk, tak
terlupakan tiap bagiannya. Absurd. Kapan-kapan aja deh dibahas. See you!
Kamis, 23 Agustus 2012
Comfort zone?
Gambar yang sangat menginspirasi dari tweet @pemulihanjiwa.
Hari kemarin aku masih 'nyaman' dalam "comfort zone".
Sebenarnya bukan nyaman, tetapi memaksakan 'nyaman'.
Hari ini aku keluar dari "comfort zone" yang terlalu dipaksakan itu.
Aku berani.
Semua usai. Dan aku tak akan pernah menyesalinya.
Kenapa? Karena keajaiban itu jauh lebih menyenangkan dari sekedar "comfort zone".
Setidaknya aku akan menciptakan keajaiban-keajaiban kecil untuk orang yang aku sayangi dan orang-orang yang membutuhkanku.
Magic! Magic! Magic everywhere!
Senyum untuk dunia! :)
Benang Kusut
Benang kusutku sudah tak lagi kusut.
Kini aku sudah menarik ujung dan memotong bagian kusutnya.
Kini sudah jelas semua.
Dan aku pun tertawa. Getir.
Aku sanggup memotongnya dengan gunting keikhlasan.
Mudah? Tidak.
Tapi hidupku akan lebih rumit dari benang kusut sekalipun apabila aku tak memotongnya.
Aku mengalah.
Kekalahan yang indah.
Tapi aku banyak belajar dari ini.
"Kenangan mungkin tempat yang indah untuk diingat, tapi bukan untuk disinggahi."
Aku mencermati kata-kata ini.
Benar.
Hidup itu seperti garis lurus. Tidak akan kembali ke titik semula.
Aku tidak ingin menyia-nyiakannya.
Aku masih diberi nafas untuk hidup bukan untuk meratapi orang yang selalu menyakitiku.
Aku hidup untuk orang-orang yang menyayangiku. Orang tuaku. Keluargaku. Sahabatku. Orang-orang yang membutuhkanku.
Benang kusutku laiknya sebuah benang baru.
Yang akan aku gunakan untuk merajut masa depanku.
Kini aku sudah menarik ujung dan memotong bagian kusutnya.
Kini sudah jelas semua.
Dan aku pun tertawa. Getir.
Aku sanggup memotongnya dengan gunting keikhlasan.
Mudah? Tidak.
Tapi hidupku akan lebih rumit dari benang kusut sekalipun apabila aku tak memotongnya.
Aku mengalah.
Kekalahan yang indah.
Tapi aku banyak belajar dari ini.
"Kenangan mungkin tempat yang indah untuk diingat, tapi bukan untuk disinggahi."
Aku mencermati kata-kata ini.
Benar.
Hidup itu seperti garis lurus. Tidak akan kembali ke titik semula.
Aku tidak ingin menyia-nyiakannya.
Aku masih diberi nafas untuk hidup bukan untuk meratapi orang yang selalu menyakitiku.
Aku hidup untuk orang-orang yang menyayangiku. Orang tuaku. Keluargaku. Sahabatku. Orang-orang yang membutuhkanku.
Benang kusutku laiknya sebuah benang baru.
Yang akan aku gunakan untuk merajut masa depanku.
A nice goodbye :)
"Kayaknya aku udah tau waktu yang pas buat ngelepasin kamu
Aku ga bakal ngeyel lagi, aku ngalah, yang penting kamu bahagia sama dia
Mungkin dia yang lebih ngertiin kamu, maaf aku ga bisa
Maaf selalu ngecewain
Maaf ga pernah ada buat kamu
Kalo kamu udah sama dia, jaga dia, jgn suka jalan sama cewek lain, aku tau kok kamu itu setia
A nice goodbye, rite? :)"
Suatu saat nanti aku akan tertawa, atau mungkin malu sudah menulis kata-kata bodoh di atas.
Hanya untuk seseorang yang bodoh pula.
Kata-kata yang bodoh dari seorang yang bodoh untuk seseorang yang bodoh.
Really, it's a nice goodbye! Welcome my happiness!
Rabu, 22 Agustus 2012
Aku Cantik
Aku cantik.
Bukan karena aku memiliki wajah yang sempurna.
Tapi karena aku selalu mensyukuri semua pemberian-Nya.
Aku cantik.
Bukan karena aku bak seorang putri raja.
Tapi karena aku mampu berdiri sendiri, tanpa menyusahkan 'dayang-dayangku'
Aku cantik.
Bukan karena aku memiliki hidup yang sempurna.
Tapi karena aku sanggup tersenyum di antara semua ujian-Nya.
Aku cantik.
Bukan karena aku tak pernah menangis.
Tapi karena aku mampu menyembunyikan air mataku di depan orang-orang yang ku sayangi.
Aku cantik.
Bukan karena aku tak pernah disakiti.
Tapi karena aku selalu tersenyum pada semua yang menyakitiku.
Aku cantik.
Bukan karena aku tak pernah melakukan kesalahan.
Tapi karena aku mampu bangkit dan belajar dari kesalahan.
Aku cantik.
Karena aku mampu bersabar.
Karena aku mampu mengikhlaskan.
Karena aku mampu tegar.
Karena aku tahu setelah kesulitan PASTI akan ada kemudahan.
Karena aku tahu ini bukan semata-mata ujian, tapi ada beribu kebaikan.
Aku cantik.
This is me! :)

