Kini aku sudah menarik ujung dan memotong bagian kusutnya.
Kini sudah jelas semua.
Dan aku pun tertawa. Getir.
Aku sanggup memotongnya dengan gunting keikhlasan.
Mudah? Tidak.
Tapi hidupku akan lebih rumit dari benang kusut sekalipun apabila aku tak memotongnya.
Aku mengalah.
Kekalahan yang indah.
Tapi aku banyak belajar dari ini.
"Kenangan mungkin tempat yang indah untuk diingat, tapi bukan untuk disinggahi."
Aku mencermati kata-kata ini.
Benar.
Hidup itu seperti garis lurus. Tidak akan kembali ke titik semula.
Aku tidak ingin menyia-nyiakannya.
Aku masih diberi nafas untuk hidup bukan untuk meratapi orang yang selalu menyakitiku.
Aku hidup untuk orang-orang yang menyayangiku. Orang tuaku. Keluargaku. Sahabatku. Orang-orang yang membutuhkanku.
Benang kusutku laiknya sebuah benang baru.
Yang akan aku gunakan untuk merajut masa depanku.

0 komentar:
Posting Komentar