Hari ini reuninya papa. Alumni SMPP ’81 yang sekarang
berubah namanya jadi SMA Negeri 2 Lamongan, (re: sekolahku tercinta)
Wow. Teman-temannya papa udah banyak yang jadi ‘orang’. Ada
yang Kapolda Jatim, ada yang kepala puskesmas masyarakat dan lain sebagainya.
Keren! Aku berbisik ke mama, “ma, 10 tahun lagi aku jadi Kepala Instalasi
Farmasi Rumah Sakit.” Hahaha. AMIN!
Gara-gara reuni papa ini, aku jadi pengen flashback ke masa
lalu. Riwayat pendidikanku.
Aku punya 2 SD, 2 SMP dan 1 SMA. Aku kira dulu aku punya 2 SMA juga, ternyata gak jadi :D
SD pertamaku di SDN Tumpeng 1. Di desaaaa banget, soalnya
aku dulu pisah sama mama papa yang tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Aku di SDN Tumpeng 1 ini dari kelas 1-3 SD. Yang aku ingat dari sini, aku gak
pernah keluar dari 5 besar, paling sering rangking 1-2 *kibas poni* *abaikan*.
Itu karena didikan kakek nenekku yang disiplin. Ada satu hal yang lucu, pernah
waktu aku ulangan umum, aku diajak ke Bandung, soal ulangannya dibawa ke
Bandung juga, tapi aku jujur banget, ga nanya siapa-siapa. Belajar seadanya.
Akhirnya rangking turun jadi rangking 4. Tapi tetap bersyukur!
Kelas 4 SD aku migrasi ke Kalimantan Selatan. Sedih berpisah
dengan teman-teman dan kakek nenekku tentunya. Di Kalimantan Selatan aku
tinggal di kota Banjarbaru tepatnya jalan Balitan XII! Dan bersekolah di SDN
Loktabat 7 karena paling dekat dengan rumah. Di SD ini aku memiliki banyak
sahabat, salah satunya Zata Amani (miss her so much!). Banyak hal random di
SD-ku ini tapi cukup untuk dikenang tidak untuk ditulis :p Disini prestasiku
naik-turun karena semuanya berbeda. Butuh penyesuaian lagi hingga pernah
terdepak dari 10 besar! Prestasi membanggakanku disini bisa mendapat peringkat
4 dalam Ujian Nasional satu sekolah.
Beranjak ke SMP. SMPku di luar kota Banjarbaru. Yaitu SMPN 2
Martapura. Kira-kira setengah jam perjalanan dari rumahku. Disini prestasiku
agak lebih cemerlang, masuk dalam kepengurusan inti OSIS tapi tetap memegang
peringkat 1 dalam kelas. Di SMPku ini aku lumayan aktif dalam kegiatan
kepramukaan, segala lomba dan kegiatan eksternal maupun internal pramuka selalu
aku ikuti. Selain itu aku juga pernah mengikuti olimpiade matematika tingkat
kabupaten, lomba senam SKJ, lomba gerak jalan dan lain sebagainya.
Aku bertahan di SMPN 2 Martapura hanya sampai kelas 8 karena
mama dipindah tugaskan ke Lamongan, Jawa Timur. Keputusan yang cukup
mengkhawatirkan. Kelas 9 aku jalani di SMPN 2 Lamongan. Disini aku harus
beradaptasi lagi. Awal pindah ke Lamongan aku agak kaku berbahasa jawa,
sehingga aku sangat payah dalam pelajaran Bahasa Jawa, jangankan untuk menjawab
pertanyaan, kadang aku meminta teman-temanku untuk menerjemahkannya. Kelas 9
ini sangat berat, melelahkan, tapi unforgettable. Entah kenapa aku selalu
beruntung dalam bidang akademis (Alhamdulillah, segala puji bagi Allah)
sehingga aku bisa ikut les tambahan untuk persiapan Ujian Nasional setiap jam 6
pagi bersama siswa-siswa pilihan yang ‘berotak encer’ dari tiap kelas. Beberapa
bulan sebelum Ujian Nasional kegiatanku diisi les khusus jam 6 pagi, sekolah
dari jam 7 sampai jam 2 siang (agak lupa sebenarnya), dilanjutkan les umum
sampai jam 4 sore, setelah itu les lagi di rumah guru SMP (pak Bandu) sampai
jam 5, kemudian ditutup dengan manis dengan les di Primagama dari jam 6 maghrib
hingga jam 8 malam. Wow! Itu semua aku jalani tanpa mengeluh. Tapi perjuangan
itu tak sia-sia, aku berhasil mendapat nilai Ujian Nasional yang lumayan bagus.
Karena dulu sistem penerimaan siswa baru (PSB) menggunakan
syarat nilai Ujian Nasional, aku dapat masuk ke sekolah favorit di kotaku, SMAN
2 Lamongan, dengan lumayan mudah. Disini butuh beradaptasi lagi dengan
teman-teman baru karena hanya sebagian kecil teman-teman SMP-ku yang masuk SMA
ini, dan didominasi oleh teman-teman dari SMPN 1 Lamongan. Masa SMA ada masa
yang paling indah, memang benar. Masa yang paling indah, campur aduk, tak
terlupakan tiap bagiannya. Absurd. Kapan-kapan aja deh dibahas. See you!

0 komentar:
Posting Komentar